Baru: alat cek usia dan milestone anak sudah bisa dipakai gratis. Coba sekarang

Kalkulator kehamilan

Masukkan hari pertama haid terakhir (HPHT), lalu lihat perkiraan usia kehamilan, hari perkiraan lahir (HPL), dan gambaran perkembangan janin minggu ini. Gratis dan langsung, tanpa daftar.

Perhitungan ini adalah perkiraan berdasarkan siklus 28 hari (rumus Naegele) dan bersifat gambaran, bukan diagnosis. Usia kehamilan yang akurat ditentukan dokter atau bidan lewat pemeriksaan USG. Selalu konsultasikan kondisi kehamilan Anda ke tenaga kesehatan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan dari HPHT

Kalkulator usia kehamilan memakai hari pertama haid terakhir atau HPHT sebagai titik awal. Setelah Bunda memasukkan tanggal itu, alat menghitung selisih hari hingga hari ini lalu mengubahnya menjadi minggu dan hari. Contohnya, selisih 70 hari berarti usia kehamilan diperkirakan 10 minggu.

Cara ini mengikuti pendekatan yang umum dipakai untuk memperkirakan usia kehamilan. Namun, HPHT bukan tanggal pembuahan. Pembuahan biasanya terjadi setelah hari pertama haid, sehingga usia kehamilan secara medis memang dihitung lebih awal daripada usia janin sejak pembuahan. Bila Bunda tidak yakin dengan tanggal HPHT, sampaikan hal itu saat pemeriksaan.

Cek Usia Kehamilan dalam Minggu dan Hari

Hasil cek usia kehamilan ditampilkan sebagai gabungan minggu dan hari karena perubahan janin terjadi cepat. Angka 12 minggu 6 hari, misalnya, berarti kehamilan belum masuk 13 minggu penuh. Format ini membantu Bunda membandingkan hasil dengan jadwal pemeriksaan dan catatan di Buku KIA.

Jika hasil kalkulator berbeda dari usia yang dicatat tenaga kesehatan, gunakan hasil pemeriksaan sebagai rujukan utama. Perbedaan dapat muncul karena siklus haid tidak teratur, HPHT tidak pasti, atau penilaian USG menunjukkan perkiraan yang lebih sesuai dengan perkembangan janin.

Kalender Kehamilan dan Pembagian Trimester

Kalender kehamilan membagi perjalanan 40 minggu menjadi tiga trimester. Trimester pertama berlangsung sampai akhir minggu ke-13, trimester kedua dari minggu ke-14 sampai ke-27, dan trimester ketiga dimulai pada minggu ke-28. Pembagian ini membantu mengelompokkan perubahan tubuh, pemeriksaan, dan persiapan yang relevan pada setiap tahap.

Gunakan kalender sebagai alat perencanaan, bukan alat diagnosis. Simpan tanggal kontrol, hasil pemeriksaan, dan arahan tenaga kesehatan di Buku KIA. Dengan begitu, hasil kalkulator menjadi pengingat praktis yang melengkapi catatan medis, bukan menggantikannya.

Rumus HPL dan Arti Hasil Kalkulator Kehamilan

Hari perkiraan lahir atau HPL dihitung 280 hari, setara 40 minggu, sejak HPHT. Perhitungan ini dikenal sebagai rumus Naegele dan memakai asumsi siklus haid 28 hari. Hasilnya adalah perkiraan, bukan tanggal pasti bayi akan lahir.

Geser tabel ke samping pada layar kecil untuk membaca seluruh kolom.

HasilMakna praktis
Usia kehamilanJumlah minggu dan hari yang berlalu sejak HPHT
HPLPerkiraan tanggal lahir pada usia kehamilan 40 minggu
TrimesterTahap kehamilan berdasarkan rentang minggu saat ini
Perkembangan minggu iniGambaran umum, bukan hasil pemeriksaan janin

Jangan menjadikan satu tanggal sebagai tenggat mutlak. Persalinan dapat terjadi sebelum atau setelah HPL. Gunakan hasil kalkulator untuk menyiapkan pertanyaan, jadwal kontrol, dan kebutuhan keluarga, lalu cocokkan dengan penilaian dokter atau bidan.

Kapan Hasil Perhitungan Perlu Dikonfirmasi?

Konfirmasi lebih penting bila siklus haid Bunda tidak teratur, HPHT tidak diingat dengan pasti, baru berhenti memakai kontrasepsi hormonal, atau hasil perhitungan berbeda jauh dari hasil USG. Pemeriksaan langsung juga diperlukan bila ada perdarahan, nyeri perut hebat, demam tinggi, muntah berat, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan.

Perhatian. Kalkulator ini tidak dapat memastikan kehamilan, menilai kondisi janin, atau menggantikan pemeriksaan antenatal. Segera hubungi fasilitas kesehatan bila Bunda mengalami tanda bahaya.

Untuk memahami pemeriksaan yang perlu disiapkan, baca panduan kehamilan dari trimester awal sampai persalinan. Bunda juga dapat merujuk Buku KIA 2024 dari Kementerian Kesehatan RI dan informasi kehamilan dari WHO.

Rumus Naegele: Cara Manual Menghitung HPL

Rumus Naegele memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL) dengan menambahkan 280 hari atau 40 minggu dari HPHT. Contoh: bila HPHT 1 Januari, perkiraan awal HPL adalah sekitar 8 Oktober pada tahun yang sama. Ini adalah pendekatan kalender dengan asumsi siklus 28 hari, bukan tanggal pasti persalinan.

Untuk penjelasan pemeriksaan dan penanggalan kehamilan, bandingkan hasil ini dengan panduan kehamilan WHO dan Buku KIA dari Kementerian Kesehatan RI.

Kalau HPHT Lupa atau Siklus Haid Tidak Teratur

Masukkan tanggal yang paling mendekati hanya sebagai perkiraan awal. Siklus yang lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur dapat menggeser ovulasi sehingga hitungan kalender mudah meleset. Tanggal hubungan terakhir juga tidak dapat menetapkan usia kehamilan dengan presisi karena sperma dan ovulasi tidak selalu terjadi pada hari yang sama.

Bila HPHT tidak diketahui, tenaga kesehatan dapat menilai usia kehamilan lewat pemeriksaan dan USG. Jangan mengubah tanggal medis sendiri berdasarkan hasil kalkulator.

Usia Kehamilan vs Usia Janin: Kenapa Selisihnya 2 Minggu

Usia kehamilan atau usia gestasi dimulai dari HPHT, sedangkan usia janin merujuk pada waktu sejak pembuahan. Karena pembuahan sering terjadi kira-kira dua minggu setelah HPHT pada siklus 28 hari, kedua angka itu tampak berbeda meskipun menggambarkan kehamilan yang sama.

Dokter dan bidan memakai usia gestasi untuk jadwal pemeriksaan dan pemantauan. Baca hasil kalkulator sebagai minggu dan hari usia gestasi, bukan sebagai usia pasti sejak pembuahan.

Kalau Hasil Kalkulator Berbeda dengan USG, Ikuti yang Mana

Perbedaan kecil dapat terjadi karena HPHT tidak pasti, siklus tidak 28 hari, atau waktu ovulasi yang bergeser. USG trimester pertama sering membantu menilai penanggalan ketika data HPHT tidak dapat diandalkan, tetapi keputusan akhir tetap dibuat tenaga kesehatan dari seluruh pemeriksaan.

Catat tanggal dan hasil pemeriksaan di Buku KIA. Jangan menggeser HPL sendiri hanya karena kalkulator atau satu hasil pengukuran berbeda.

Menghitung HPL untuk Kehamilan Program Bayi Tabung (IVF)

Pada kehamilan IVF, klinik menggunakan tanggal transfer embrio dan usia embrio sebagai titik hitung. Karena tanggal pembuahan dan usia embrio tercatat dalam prosedur, HPHT biasa bukan dasar utama untuk menghitung HPL. Ikuti tanggal dari klinik fertilitas dan bawa catatan transfer saat kontrol.

Kalkulator di halaman ini ditujukan untuk perkiraan berbasis HPHT dan bukan pengganti penanggalan khusus IVF dari dokter yang menangani.

Seberapa Jauh Kalkulator Online Bisa Diandalkan

Kalkulator dapat membantu memperkirakan minggu kehamilan dan HPL dari data yang dimasukkan. Ia tidak dapat memastikan kehamilan, mengukur pertumbuhan janin, membaca CRL atau BPD, atau menemukan tanda bahaya. Hasilnya harus dibaca sebagai alat perencanaan dan pertanyaan saat kontrol.

Segera cari pertolongan bila ada perdarahan, nyeri hebat, demam tinggi, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan. Pemeriksaan antenatal tetap mengikuti arahan dokter atau bidan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu kalkulator kehamilan?
Kalkulator kehamilan adalah alat untuk memperkirakan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL) berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT), memakai rumus Naegele dengan asumsi siklus 28 hari.
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan?
Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), bukan dari perkiraan tanggal pembuahan. Masukkan HPHT dan alat akan menghitung usia dalam minggu dan hari serta memperkirakan HPL 280 hari setelah HPHT.
Apakah hasil kalkulator ini akurat?
Hasilnya perkiraan. Siklus haid yang tidak 28 hari, ovulasi yang bergeser, atau data USG bisa membuat usia sebenarnya berbeda. Usia kehamilan paling akurat ditentukan lewat USG oleh tenaga kesehatan.
Kapan sebaiknya mulai kontrol kehamilan?
Segera setelah tahu hamil. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama kehamilan, termasuk dua kali USG oleh dokter, untuk memantau ibu dan janin.
Apakah kalkulator kehamilan bisa dipakai jika siklus haid tidak teratur?
Bisa sebagai perkiraan awal, tetapi hasil berbasis HPHT akan lebih mudah meleset jika siklus haid tidak teratur atau tanggal HPHT tidak pasti. Dokter atau bidan dapat menilai usia kehamilan melalui pemeriksaan dan USG.
Mengapa usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukan tanggal pembuahan?
Tanggal pembuahan sering tidak diketahui dengan pasti. HPHT lebih mudah diingat dan dipakai sebagai titik awal standar. Akibatnya, usia kehamilan secara medis biasanya sekitar dua minggu lebih tua daripada usia sejak pembuahan.
Bagaimana rumus Naegele menghitung HPL secara manual?
Rumus Naegele memperkirakan HPL sekitar 280 hari atau 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT), dengan asumsi siklus 28 hari.
Bagaimana menghitung usia kehamilan jika HPHT lupa atau siklus haid tidak teratur?
Hasil berbasis HPHT menjadi kurang pasti. Gunakan tanggal yang paling mendekati sebagai perkiraan awal lalu konfirmasikan dengan tenaga kesehatan dan USG.
Mengapa usia kehamilan dan usia janin bisa berbeda dua minggu?
Usia kehamilan dihitung dari HPHT, sedangkan usia janin dihitung dari perkiraan pembuahan yang biasanya sekitar dua minggu setelah HPHT.
Kalau hasil kalkulator berbeda dengan USG, mana yang diikuti?
Kalkulator adalah perkiraan. Tenaga kesehatan menilai HPHT, ukuran janin, dan waktu USG untuk menentukan penanggalan yang paling sesuai.
Bagaimana menghitung HPL untuk kehamilan program bayi tabung?
Pada IVF, penanggalan memakai tanggal transfer embrio dan usia embrio, bukan HPHT biasa. Klinik fertilitas menghitung dan mengonfirmasi HPL berdasarkan catatan prosedur.
Seberapa jauh kalkulator kehamilan online dapat diandalkan?
Kalkulator membantu membuat perkiraan awal, tetapi tidak mendiagnosis kehamilan atau menggantikan pemeriksaan antenatal, pengukuran, dan USG.